Apa Itu Data Center Tier dan Beda Tier I, II dan III?

Apa Itu Data Center Tier

Ketika Anda menggunakan layanan pusat data atau data center, tentunya Anda tak bisa langsung menunjuk vendor mana yang terbaik. Namun, Anda juga harus pertimbangkan tier dari layanan pusat tersebut. Data center tier adalah sebuah tingkat availabilitas, eksistensi dan performa dari jaringan tersebut. Tapi, apa itu sebenarnya dan apa beda tier 1, II dan III?

Diperuntukkan untuk Perusahaan

Ketika Anda memilih data center yang diperuntukkan untuk sebuah perusahaan, terlebih bila perusahaan tersebut sudah besar, ada baiknya Anda menggunakan data center yang sudah memiliki sertifikasi tier minimal III. Tier III ini dianggap yang paling bisa memenuhi kebutuhan perusahaan sehingga layanannya akan tetap stabil.

Tier sendiri adalah tering data center yang bisa diartikan sebagai tingkat performa yang akan digunakan dari sebuah data center itu sendiri. Biasanya, tier ini dibagi ke dalam beberapa bagian. Ada tier I, tier II, tier III dan tier IV yang paling tinggi performanya. Untuk sebuah perusahaan besar, minimalnya Anda memilih untuk menggunakan tier III saja.

Sebab, tier I dan II dianggap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam menyediakan layanan internet dan layanan penyimpanan datanya. Tier III ini biasanya sudah memiliki sistem redundan yang bisa diandalkan karena sistemnya yang memang lebih kompleks dibandingkan yang lain.

Lalu, Apa Beda Tier I, II dan III?

Jika Anda bertanya apa perbedaan dari data center tier I, II dan III, sebenarnya cukup mudah dibedakan. Pertama, untuk tier I, tingkat availabelitasnya adalah 99,671%. Ini sebenarnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan tier II yang hanya 97,741% saja. Namun, itu masih kalah dengan tier III yang sudah memiliki availabilitas setinggi 99,982%.

Tier I juga sangat rentan dengan gangguan baik itu yang terencana atau tidak. Sedangkan untuk tier III, masih sedikit lebih aman. Kalau dibandingkan dengan tier III, jelas keduanya kalah jauh soal ketahanan terhadap gangguan baik itu yang terencana ataupun yang tidak terencana.

Lalu, dari segi sumber power, tier I hanya memiliki satu buah dan sistem cooling distribution-nya juga hanya satu. Selain itu, tier I juga tak ada sistem redudansinya. Beda dengan tier II yang memiliki sistem redudansi meski hanya memiliki satu sistem cooling distribution dan satu buah sumber power.

Sedangkan untuk tier III, ada dua buah sumber power yang dimilikinya begitu juga untuk sistem cooling distribution meski hanya satu yang aktif termasuk untuk komponen redudansi. Selain itu, kelebihan lain yang dimiliki tier III juga sangat banyak, yakni waktu implementasi yang mencapai 15 hingga 20 bulan.

Selain itu, bila terjadi downtime tahunan, hanya memerlukan waktu sekitar 1,6 jam saja dalam masa maksimal terjadinya. Lalu, untuk maintenance, tier III jauh lebih unggul karena sistem memiliki kapasitas dan distribusi yang cukup untuk menampung beban ketika dilakukan perawatan. Oleh sebab itulah jenis yang ini cocok digunakan perusahaan besar.

Beda halnya dengan tier I dan II yang memerlukan waktu implemntasi sekitar 3 sampai 6 bulan saja dan waktu downtime dalam setahunnya yang cukup lama, bisa mencapai 28 jam. Namun, yang pastinya kedua jenis tier tersebut hanya untuk skala kecil hingga sedang saja.

Di mana Anda bisa mendapatkan layanan data cenrer yang sudah menggunakan data center tier III? Lintasarta jawabnya. Layanan ini adalah yang terbaik untuk perusahaan yang membutuhkan data center. Bahkan, saat ada gangguan pada jaringan pun, dengan menggunakan data center dari Lintasarta, Anda tak perlu khawatir!