Perhatikan Biaya Ini Sebelum Ajukan Kredit Rumah!!!

Perhatikan Biaya Ini Sebelum Ajukan Kredit Rumah

Apa saja biaya-biaya yang perlu kamu ketahui sebelum mengajukan kredit rumah? Membeli rumah atau sewa apartemen menjadi salah satu impian bagi banyak orang, dan dapat dimanfaatkan untuk tempat tinggal atau bahkan sebagai aset investasi. Salah satu alternatif popular di kalangan masyarakat untuk memperoleh rumah adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun sudah tahukah kamu biaya KPR bukan hanya pokok utang dan bunga. Sebelum ajukan kredit rumah, mari kita perhatikan biaya-biaya ini.

Dengan banyaknya dan tingginya biaya kebutuhan hidup, kini banyak masyarakat yang mencari solusi untuk membeli rumah. Salah satu alternatif yang sangat digemari adalah produk Kredit Pemilikan Rumah atau disingkat KPR. Setiap melihat iklan KPR, banyak orang berkomentar bahwa bunganya rendah, harus cepat-cepat ajukan KPR . Namun nyatanya, biaya yang muncul jika kamu mengajukan KPR bukan hanya utang pokok dan bunga saja. Melalui artikel berikut, Finansialku akan mengajak kamu untuk perhatikan biaya-biaya ini sebelum ajukan kredit rumah.

Uang Muka (DP)

Uang muka atau biasa disebut down payment (DP) ini merupakan salah satu biaya yang sangat umum dalam kredit. Dahulu besarnya ditentukan oleh pihak bank yang menyediakan produk KPR dan umumnya berkisar 20% hingga 30% dari jumlah pinjaman, namun kini sudah ada ketentuan dari Bank Indonesia bahwa untuk rumah dengan luas minimal 70m2 uang mukanya adalah sebesar 30%. Uang muka biasanya dijadikan syarat untuk memastikan bahwa peminjam memiliki kemampuan untuk membayar angsuran KPR kelak. Beberapa jenis KPR yang disubsidi oleh pemerintah memungkinkan biaya uang muka di bawah 30%, namun sebaiknya kamu menanyakan kembali kepada pihak bank mengenai ketentuan dan syarat pada KPR bersubsidi.

Biaya Notaris

Biaya notaris adalah biaya yang akan muncul baik bagi pihak pembeli dan penjual yang merupakan biaya jasa pengurusan surat-surat terkait kepemilikan tanah seperti Akta Jual Beli (AJB), Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah, bea balik nama, akta kredit, dan sebagainya. Biasanya pihak pengembang perumahan (developer) dan bank memiliki notarisnya sendiri-sendiri.

Biaya Provisi dan Administrasi

Pada awal pengajuan KPR, biasanya selalu muncul biaya provisi dan administrasi yang perlu kamu bayar sebelum lanjut ke proses berikutnya. Namun jangan cemas, biaya provisi hanya muncul 1x selama masa tenor yaitu pada awal pinjaman saja. Biaya provisi biasanya besarnya 1% dari total pinjaman dan harus dilunasi sebelum akad dilangsungkan. Pajak Penjualan dan Pembelian.

Saat kamu memutuskan untuk membeli properti dan mengajukan KPR, maka kamu juga perlu menyediakan dana untuk membayar pajak penjualan dan pembelian. Pajak penjualan dikenal juga dengan Pajak Penghasilan (PPh) dan besarnya adalah 5% dari harga jual, pajak ini akan dibayarkan oleh pihak penjual sedangkan pajak pembelian atau disebut juga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) besarnya adalah 5% dari (Harga Jual – Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak) dan akan dibayarkan oleh pihak pembeli atau dalam kasus ini adalah debitur.

Biaya Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa pada pengajuan KPR dibutuhkan dengan tujuan memproteksi pihak bank dan keluarga debitur jika sewaktu-waktu debitur meninggal dunia. Asuransi ini menjamin bahwa jika peminjam atau debitur meninggal dunia, pihak asuransilah yang akan bertanggungjawab sepenuhnya untuk melunasi kredit tersebut, sehingga pihak bank dan ahli waris debitur tidak terkena imbasnya. Mayoritas bank mewajibkan debitur untuk mengajukan asuransi jiwa sebelum proses KPR berlangsung, dan preminya dibayarkan oleh pihak debitur. Premi atau biaya asuransi jiwa ini umumnya bergantung pada umur pemohon KPR, kondisi kesehatannya, riwayat kesehatan dan kebiasaan (merokok atau obesitas). Jika risiko kematian semakin besar, tentu saja premi asuransi jiwa yang harus dibayarkan akan semakin mahal.

Biaya Asuransi Rumah (Kebakaran)

Risiko lainnya yang umumnya sudah diperhitungkan terlebih dahulu adalah risiko pada rumah yakni kebakaran, kerusuhan, atau kerusakan. Biasanya biaya asuransi rumah ini tidak wajib, namun pihak bank ingin meminimasi risiko jaminan kredit kamu yaitu rumah itu sendiri hingga masa kredit selesai. Seperti biasa, lagi-lagi pihak yang wajib membayar premi asuransi ini adalah pihak peminjam atau debitur. Memang biayanya bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan umumnya lebih murah daripada biaya asuransi jiwa, namun biaya ini juga perlu diperhitungkan dengan matang sebelum kamu memutuskan untuk mengajukan KPR.

Angsuran per Bulan

Biaya terakhir ini merupakan biaya yang sangat umum dan wajib sehingga kemungkinan besar kamu pasti sudah memperhitungkannya. Biaya angsuran merupakan biaya cicilan yang wajib kamu bayarkan dari awal hingga masa tenor pinjaman berakhir. Besarnya berubah-ubah bergantung dengan jenis dan tingkat bunga yang dikenakan dimana komponen angsuran per bulan terdiri dari utang pokok dan bunganya.

Pertimbangkan dan Perhitungkan dengan Matang Seluruh Biaya yang Mungkin Muncul Sebelum Mengajukan KPR Saat kamu melihat banner atau iklan televisi yang menawarkan kredit terutama KPR dengan bunga ringan, pertimbangkan kembali. Karena bunga bukanlah satu-satunya biaya yang akan muncul jika kamu mengajukan KPR. Seperti telah dijabarkan, banyak biaya lain yang besarnya tidak sedikit sehingga kamu perlu menghitungnya dan mempersiapkannya sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR. Jangan sampai keputusan kamu untuk mengajukan kredit rumah malah menjadi bencana bagi kondisi keuangan kamu.