Cara Membayar Pajak PBB dengan Mudah

Cara Membayar Pajak PBB dengan Mudah

Sebagai seorang warga negara yang baik, tentunya kita harus ikut berpartisipasi dalam pembayaran pajak bumi dan bangunan. Pajak bumi dan bangunan alias PBB sendiri merupakan jenis pembayaran yang bersifat kebendaan. Berarti besarnya nilai yang terutang ditentukan oleh keadaan objek. Biasanya, perhitungan PBB ini dilakukan satu tahun sekali. Tetapi pembayaran pajak melibatkan nilai-nilai lain dalam sebuah objek properti. Dasar PBB di Indonesia ini diatur pada Undang-undang No. 12 tahun 1985, yang sekarang berubah menjadi Undang-undang No. 12 tahun 1994. Hingga saat ini, peraturan PBB untuk sektor pedesaan dan perkotaan menjadi pajak daerah yang didasarkan pada UU no 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pasal 77 hingga pasal 84.

Cara Perhitungan dan Pembayaran PBB

Berdasarkan UU No. 12 tahun 1985, batas nilai jual properti kena pajak minimali senilai Rp 8.000.000. Untuk besar nilai pajak bumi dan bangunan yang dibayarkan setiap tahunnya adalah 0,5% x Nilai Jual Kena Pajak. Tetapi dalam perhitungan PBB, bukan hanya soal mengalikan dengan Nilai Jual Kena Pajak saja. Masih ada beberapa hal yang perlu dipahami. Misalnya seperti NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) Tanah atau harga tanah, NJOP Bangunan atau harga bangunan, dan NJOP Tanah dan Bangunan (harga secara keseluruhan).

Masih ada lagi istilah yang harus dipelajari dalam perhitungan pajak bumi dan bangunan. Istilah selanjutnya adalah Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak (NJOPTKP), yang ditetapkan per regional dan nilai tertingginya adalah Rp 12 juta. Selanjutnya ada istilah Nilai Jual Kena Pajak (NJKP), yang jika anda memiliki rumah harganya kurang dari Rp 1 miliar maka nilai yang dikenakan adalah 20%. Tetapi jika lebih dari Rp 1 miliar maka yang dikenakan adalah 40%. Setelah memahami beberapa istilah perpajakan tersebut, maka anda akan lebih paham lagi dalam cara penghitungan pajak yang harus dilakukan. Sehingga anda tidak merasa kebingungan lagi mendapati jumlah pajak yang harus dibayarkan berasal dari mana.

Tentunya pajak bumi dan bangunan tidak menjadi satu-satunya jenis pajak yang harus dibayarkan. Pemerintah menetapkan beberapa jenis pajak dengan tujuan untuk membangun infrastruktur Indonesia. Jenis-jenis pajak lainnya yang kita kenal antara lain seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Balik Nama (BBN), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB). Dalam pembayaran pajak, hal yang harus anda cermati yaitu Nilai Perolehan Tidak Kena Pajak (NPOTKP) di setiap daerah memiliki nilai yang berbeda-beda. Sehingga sebelum membayar, sebaiknya anda mengetahui dahulu nilai dari NPOTKP yang ada di daerah anda tinggal. Perhitungan pajak ini sudah bisa ditemukan di banyak tempat.

Lantas bagaimana cara membayar pajak bumi dan bangunan? Pembayaran segala jenis pajak sekarang tidak terlalu rumit. Anda bisa membayar pajak dengan langsung mendatangi kantor pajak yang ada di daerah anda. Anda juga bisa membayar pajak secara online, dimana nantinya bukti pembayaran pajak juga akan anda dapatkan secara online. Kemudahan dan kepraktisan dalam pembayaran pajak ini semakin membuat setiap orang tidak memiliki alasan lagi untuk tidak membayar pajak. Cara perhitungan pajak pun bisa dilakukan sendiri sehingga mudah untuk menyiapkan uang yang diperlukan. Demikianlah sedikit penjelasan mengenai perhitungan pajak dan cara pembayarannya. Semoga setelah membaca artikel ini anda semakin tergugah untuk membayar pajak. Jangan lupa bayar pajak bumi dan bangunan anda dengan tepat waktu.