6 Kebiasaan Buruk yang Bikin Anggaran Keuangan Kacau

6 Kebiasaan Buruk yang Bikin Anggaran Keuangan Kacau

Anggaran keuangan fungsi utamanya adalah untuk membantu kita mengatur dan mengontrol keluar masuknya uang per bulan. Supaya nggak besar pasak dari pada tiang. Dan, biar nggak ada lagi ceritanya gajian masih 20 hari lagi, tapi dompet udah kembang kempis.

Adanya anggaran keuangan juga bisa buat kita mencapai goal yang kita mau. Misalnya, rencana di umur sekian, udah bisa punya usaha atau mobil sendiri. Untuk mencapai ini, pastinya butuh disiplin yang tinggi dan patuh sama anggaran yang udah dirancang.

Sayangnya, kadang-kadang, di tengah jalan, banyak godaan yang muncul dari kanan kiri yang bikin kita akhirnya sering ngelanggar anggaran keuangan. Entah itu jajan atau belanja. Ujung-ujungnya, yang dikorbanin nanti adalah anggaran untuk tabungan. Jadi nggak heran, meski udah bikin anggaran keuangan, tapi tetep nggak punya tabungan dan uang udah habis sebelum waktunya.

“Pelanggaran” ini sekali dua kali mungkin nggak masalah, tapi kalo keseringan, bakal berubah jadi kebiasaan yang bisa bikin susah diri sendiri nantinya.

Coba cek, 6 kebiasaan buruk ini sering kamu lakukan nggak tiap bulannya?

Sering lapar mata

Banyaknya online shop dan e-commerce sekarang ini, emang nggak dipungkiri jadi salah satu faktor yang bikin lapar mata. Mau belanja, cuma tinggal perlu buka situsnya, terus ketik kata kunci barang yang mau dicari. Kalo nggak ngetik kata kunci, di halaman depan juga biasanya udah muncul aneka barang kategori tertentu yang dikasih diskon khusus. Mulai diskon berupa harga coret sampai diskon kupon.

Ada lagi yang paling menggiurkan contohnya cicilan tanpa kartu kredit Lazada, udah tau belum? Nggak cuma Lazada, beberapa e-commerce lain kayak Tokopedia, Bukalapak, Blibli, JD.id, Bhinneka, dan Shopee, juga punya fasilitas ini. Umumnya, e-commerce ini kerja sama dengan perusahaan atau lembaga multifinansial untuk nyediain fasilitas cicilan tanpa kartu kredit atau tanpa dp, salah satunya Kredivo. Kalo pengen tau lebih lanjut, kamu bisa masuk ke situs resmi Kredivo dengan klik di sini.

Kalo udah kegoda banyak promo gini, barang yang sebenernya nggak dibutuhin juga jadi “dibutuh-butuhin”. Akhirnya, barang nggak kepake atau dijual lagi. Buat mengatasi ini, ada baiknya sebelum hari gajian, kamu juga buat daftar barang-barang yang butuh dan harus dibeli.

Menunda bayar cicilan & kartu kredit

Kalo kamu baru aja beli hp dengan cicilan tanpa kartu kredit Lazada online, misalnya, maka jangan lupa masukkan bujet untuk bayar angsuran kreditnya di anggaran bulananmu berikutnya. Menunda-nunda bayar cicilan, cuma akan bikin susah kamu di kemudian hari. Selain total angsuran dan bunganya jadi menumpuk, kamu juga bakal kena denda keterlambatan bayar.

Begitu juga dengan kartu kredit. Adanya jumlah minimum yang harus dibayar dari kartu kredit, lebih banyak menyesatkan daripada membantu. Kalo abis pake kartu kredit, sebaiknya, tagihannya segera dibayar dan dilunasi di bulan berikutnya beserta bunga. Hindari untuk membayar tagihan minimum, karena artinya sama aja kamu numpuk utang untuk dibayar di bulan berikutnya.

Tips lainnya, sebelum beli barang dengan cicilan tanpa kartu kredit Lazada atau e-commerce lainnya, kamu sebaiknya pilih cicilan yang ngasih bunga rendah dengan pilihan tenor panjang, supaya nggak berat bayar angsuran per bulannya. Kalo pake Kredivo, ada dua opsi kredit, yaitu “Bayar dalam 30 hari” dengan bunga 0% dan “Cicilan” dengan pilihan tenor 3/6/12 bulan, dengan bunga 2,95%, tanpa perlu dp. Suku bunga ini adalah yang paling rendah kalo dibandingin sama lembaga multifinansial sejenis.

Menunda-nunda perbaikan

Mulai dari perbaikan kendaraan sampai barang elektronik yang rusak, sebaiknya jangan ditunda-tunda. Terutama perbaikan kendaraan. Kalo mobil atau motormu masih terkesan oke-oke aja dipake, bukan berarti tandanya nggak perlu diservis. Kalo servis bulanannya ditunda-tunda, nantinya kamu bakal keluar biaya yang lumayan besar kalo terjadi kerusakan fatal.

Nggak menyisihkan dana untuk tabungan

Sebagian orang, ada yang mewajibkan tabungan dalam anggaran keuangannya, ada juga yang nggak mewajibkan. Sebab, ini tentunya bergantung pada jumlah penghasilan. Tapi, punya dana di tabungan, pastinya lebih memudahkan kalo sewaktu-waktu ada hal urgent yang butuh dana tunai.

Kalo mau “bersusah-susah”, kita sebenarnya bisa nyisihin beberapa persen dari uang jajan yang udah diset per bulannya, untuk ditabung, meski penghasilan pas-pasan. Sebaiknya, jangan terus-menerus nggak memasukkan anggaran tabungan per bulannya, supaya nanti, ketika butuh, kamu ada dana cadangan dan nggak harus berutang.

Nggak punya asuransi

Selain nggak punya tabungan, nggak punya asuransi, terutama asuransi kesehatan, juga jadi salah satu kebiasaan buruk yang bisa bikin anggaran keuanganmu kacau. Kalo nggak ada asuransi kesehatan, otomatis, kamu perlu bayar tunai sendiri biaya rumah sakit jika sewaktu-waktu sakit. Meski bisa reimburse kantor, tapi biasanya ada jatah atau limit tersendiri dari kantor untuk biaya perawatan.

Sakit atau musibah, nggak ada yang tau kapan datangnya. Bisa jadi hari ini kamu sehat, tau-tau besoknya perlu dirawat berhari-hari. Selain akan makan biaya yang banyak, kamu juga bakal rugi kalo nggak punya asuransi kesehatan. Maka, mulai sekarang, kamu bisa cari asuransi swasta dengan premi khusus yang bisa mengcover biaya perawatanmu jika sewaktu-waktu perlu rawat inap.

Keseringan hangout

Supaya bisa istirahat dari hiruk pikuk kerjaan, hangout sama teman atau keluarga, emang sangat dibutuhkan. Tapi, yang namanya hangout, pasti ada uang lebih yang harus dikeluarkan untuk jajan dan jalan-jalan. Anggaran untuk hiburan atau hangout perlu juga dimasukkan ke anggaran keuangan bulanan, misalnya, sebulan dua kali atau disesuaikan juga dengan kebutuhan dan penghasilan yang kamu punya.

Godaan untuk hangout juga bisa datang dari mana aja, teman kantor, teman di rumah, teman kuliah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Bukan nggak mungkin, tiap weekend ada aja ajakan hangout yang bisa bikin kamu harus keluar double budget. Kalo udah gini, anggaran keuangan bisa jadi jebol atau malah gesek kartu kredit demi hangout. Sekali dua kali untuk ketemu teman lama, misalnya, mungkin nggak masalah. tapi kalo keseringan, kamu mesti waspada sebab nggak cuma anggaran keuanganmu yang jadi kacau, kemungkinan utang kartu kreditmu juga bisa numpuk.